Label

Laman

Selasa, 07 Februari 2012

rencana agribisnis kayu manis



JUDUL              : RENCANA KEGIATAN AGRIBISNIS
NAMA MHS     : hardyya
NIM                 : D1A010059
JURUSAN         : PERTANIAN-AGROEKOTEKNOLOGI


KOMODITAS KAYU MANIS

Komoditas merupakan segala sesuatu yang dapat diperdagangkan, dalam hal ini yang diperdagangkan adalah hasil pertanian yaitu berupa kayu manis. Tanaman dengan bahasa latin Cinnamomum verum ini memiliki banyak kegunaan yaitu sebagai bumbu rempah-rempah, perasa dan sebagai bahan obat-obatan. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki komoditi ekspor kayu manis, pada data yang didapat :
a.      Data jumlah pangsa dunia (FAOSFAT, 2005)
No.
Negara
Pangsa dunia
(%)
1
Indonesia
26,10
2
Cina
24,63
3
Sri Langka
8,05
4
Vietnam
5,30
5
Negara lainnya
35,92
Menurut data FAO 2005 Indonesia menempati persen tertinggi sebesar 26,10%, Pada tahun 2007,2008,2009 berturut-turut 60000, 63879, 67209 ton/tahun. negara Indonesia sangat berpotensi sebagai penghasil kayu manis yang baik dalam pangsa pasar dunia.

Data-data geografis
Lokasi: Sebelah tenggara Asia, di Kepulauan Melayu antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Koordinat geografis:LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT - 141°45'BT
Referensi peta: Asia Tenggara
Wilayah:
total darat: 1.922.570 km²
daratan non-air: 1.829.570 km²
daratan berair: 93.000 km²
lautan: 3.257.483 km²
Garis batas negara: SQZ
total: 2.830 km:
Malaysia 1.782 km, Papua Nugini 820 km, Timor Leste 228 km
Negara tetangga yang tidak berbatasan darat:
India di barat laut Aceh, Australia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Birma, Palau
Garis pantai: 54.716 km
Klaim kelautan: diukur dari garis dasar kepulauan yang diklaim
zona ekonomi khusus: 200
mil laut
laut yang merupakan wilayah negara: 12 mil laut
Cuaca: tropis; panas, lembab; sedikit lebih sejuk di dataran tinggi
Dataran: kebanyakan dataran rendah di pesisir; pulau-pulau yang lebih besar mempunyai pegunungan di pedalaman
Tertinggi & terendah:
titik terendah: Samudra Hindia 0 m
titik tertinggi:
Puncak Jaya 5.030 m
Sumber daya alam: minyak tanah, kayu, gas alam, kuningan, timah, bauksit, tembaga, tanah yang subur, batu bara, emas, perak
Kegunaan tanah:
tanah yang subur: 9,9%
tanaman permanen: 7,2%
lainnya: 82,9% (perk. 1998)
Wilayah yang diairi: 48.150 km² (perk. 1998)
Lingkungan - masalah saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerak perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur.


Iklim
Indonesia mempunyai iklim tropik basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut membawa banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran rendah Indonesia berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada musim kemarau di lembah Palu - Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius di Pegunungan Jayawijaya - Irian. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian: Puncak Trikora (Mt. Wilhelmina - 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).
Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa tempat dikenal musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut. Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan delta Mamberamo di Irian. Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, antara lain indeks Osilasi selatan atau Southern Oscillation.

Syarat tumbuh kayu manis :
Sebagian besar tanaman kayu manis tumbuh di daerah yang memiliki suhu berkisar 10 – 230C, pada ketinggian 100 – 1.200 m dpl. Ketinggian terbaik untuk menghasilkan produk kulit kayu manis adalah 500 – 900 m dpl. Pada dataran rendah (300 – 400 m dpl) tanaman dapat tumbuh baik, tetapi produksi kulit rendah dengan ketebalan kulit kurang 2 mm serta warna kulit kuning kecokelatan. Semakin tinggi tempat tumbuhnya, maka terjadi perubahan warna kulit mendekati cokelat sampai kecokelatan.

















RENCANA AGRIBISNIS

            Pada kegiatan agribisnis, kayu manis sangat berpotensi besar sebagai komoditas unggulan rempah-rempah. Namun dalam pengoptimalnya belum baik, ada beberapa aspek yang harus dibenahi dalam kegiatannya. beberapa Provinsi sebagai penghasil kayu manis terdapat di Jambi, Sumatra Barat dan Yogyakarta. Dalam produksinya pertumbuhan kayu manis mengalami beberapa hambatan, diantaranya :
a.      Petani dalam pemanenanya melakukan sistem tebang habis.
b.      Petani melakukan ahli fungsi lahan kayu manis menjadi lahan palawija, membiarkan lahan setelah panen menjadi lahan tidur.
c.       Produktivitas unggulan daerah tidak dapat memenuhi kebutuhan ekspor
d.      Rendahnya harga komoditas.
e.      Pengemasan hasil produksi yang kurang baik.
Kegiatan peningkatan komoditas kayu manis :
1.      Penanganan faktor dalam
a.      Menggalakkan penanaman organik non kimia
 di dunia saat ini sedang maraknya berita tanaman organik, hal ini dikarenakan tanaman organik tidak berbahaya oleh karena tidak memiliki zat kimia didalamnya yang dalam jangka panjang sangat merugikan konsumen. dengan
b.      Melakukan Pemanenan dengan sistem situmbuk, disebut situmbuk karena cara ini dikembangkan oleh petani di daerah Situmbuk, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada sistem ini, dua bulan sebelum tanaman ditebang kulit batang tanaman dikupas melingkar mulai dari ketinggian 5 cm dari pangkal batang hingga 80-100 cm. Selanjutnya tanaman ditebang pada ketinggian 5 cm dari pangkal batang. Tujuan menyisakan pangkal batang ini adalah untuk menumbuhkan tunas baru yang selanjutnya dapat dijadikan bibit. Sistem batang dipukuli sebelum ditebang, Sistem ini dikembangkan petani di daerah Sungayang, Kabupaten tanah Datar Sumatera Barat, dimana cara memanen kayu manis dilakukan dengan memukuli kulit batang secara melingkar.
c.       Pengemasan hasil produksi
Dalam pengemasan ekpor yang kurang baik membuat barang ekspor dipenuhi oleh sisa-sisa serangga, sarang serangga dan cendawan, disamping juga mutunya yang tidak stabil. Hal ini antara lain disebabkan oleh proses pengolahan/pengeringan, kulit kayu manis menjadi menggulung dan dalam penyimpanan memungkinkan terdapatnya serangga atau kotoran dalam gulungan tersebut. Disamping itu bila terdapat cendawan dibagian dalamnya akan sukar diketahui dan dibersihkan. Untuk menghindari keadaan ini barang ekspor diolah kembali oleh eksportir, dengan cara perendaman, pencucian dan pengeringan kembali.
2.      Bantuan Lembaga Swadaya
Lembaga swadaya masyarakat (LSM) haruslah mendukung perkembangan sosial ekonomi para petani. Petani yang menjadi anggota adalah yang memenuhi kriteria-kriteria untuk menjadi anggota dan membuat kesepakatan kerjasama dengan lembaga perwalian lokal (Pengurus Kerja Pertanian Organik Desa) untuk mengolah ladang secara ekologis dan telah melaluiproses sertifikasi oleh lembaga sertifikasi internasional NASAA Australia. Pemerintah juga harus ikut serta memberikan suatu penyuluhan, memberikan informasi dan pengetahuan dalam kegiatan baik dalam proses penanaman, perawatan dan pemasaran hasil produksi.




3.      Mengubah proses distribusi
Beberapa kegiatan distribusi komoditas kayu manis terkadang merugikan petani, hal ini disebabkan kegiatan yang tidak transparan oleh para tengkulak/toke, sehingga petani mudah dibuat tergantung oleh kekuatan pasar dan tengkulak.
 rantai kegiatan distribusi kayu manis di Sumatra :
 
 petani sebagai produsen kemudian pedagang pengumpul sebagai pedagang perantara ekspor dan langsung proses 1/2 jadi.
Dalam pasar dalam negeri:
1) petani; 2) pedagang pengumpul lokal; 3) ekspedisi; 4) perusahaan ekspor
5) lembaga lokal yang berfungsi sebagai ICS (Internal Control Sistem).
Di pasar kayu manis nasional, tidak ada perbedaan harga yang mencolok antara produk kayu manis organik dan non organik. Walaupun ada, selisih harga maksimal Rp.500.,- dihargai sebagai bentuk insentif yang diberikan kepada petani dalam bentuk pembangunan Dan sebagian besar produk kayu manis organik asal Jambi ini ditujukan untuk pasar ekspor karena kebutuhan dalam negeri yang terbanyak hanya untuk bumbu. Pabrik-pabrik yang membutuhkan kayu manis tidak perduli dengan kayu manis organik atau bukan.
Gambar : Skema distribusi pemasaran kayu manis di kalimantan

Dengan pola-pola seperti tersebut diatas, posisi petani sangat tergantung dari para tengkulak dan permintaan pasar, baik untuk penentuan harga maupun kapasitas produksi yang bisa dipasarkan. Akses pasar petani produsen juga terbatas pada pasar desa yang dikuasai pengumpul dan tengkulak. Untuk pasar ekspor, petani juga tidak mempunyai akses langsung ke eksportir. Seharusnya Petani akan berhubungan dengan pedagang pengumpul, dan merekalah yang langsung berhubungan dengan para eksportir.
Alur pemasaran kayu manis konvensional merupakan alur yang efektif, para petani dapat mendistribusikan hasil produksinya ke tengkulak, maupun langsung pelelangan, bertemu dengan eksportir dan pedagang besar.


Kesimpulan :
Kayu manis merupakan komoditas ekspor unggulan dengan pangsa pasar dunia 26,0 %, hasil produksi tertinggi pada tahun 2009 dengan jumlah 67209 ton/tahun. Beberapa kendala merupakan pada sektor dalam produksi yaitu kegiatan pertanian kayu manis dimana kurangnya pengetahuan dalam penanaman benih, perawatan dan pemanenan dengan sistem tebang total, kemudian dalam pendistribusian yang kurang baik, petani sering diberatkan kepada permintaan pasar dan ketidak transparanan para tengkulak dan pedagang pengumpul.

sumber : wikipedia, www.faosfat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar